Monday, May 16, 2011

Pendapat mengenai PLTN di Indonesia

Ketersediaan energi merupakan salah satu tantangan untuk Indonesia ke depannya. Akhir-akhir ini, krisis energi kian mencekam. Energi non-renewable seperti fossil fuel dan minyak bumi kian langka. Berbagai pihak mulai memikirkan penggunaan energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Energi Nuklir merupakan salah satu energi alternatif yg sangat menjanjikan karena menghasilkan daya yg besar. Pembangunan PLTN merupakan impian untuk mengatasi kebutuhan sumber energi nasional. PLTN memang menjanjikan, namun PLTN beresiko tinggi thd terjadinya kebocoran dan bencana gempa. Jika itu terjadi, maka berbahaya thd lingkungan dan manusia. Budaya ceroboh Indonesia dianggap belum mampu untuk membuat d Indonesia ada PLTN. Inilah alasan penolakan yg sering muncul mengenai pembangunan PLTN d Indonesia. Andai saja PLTN tidak beresiko tinggi, saya pasti setuju d Indonesia dbangun PLTN. Namun, karena ada resikonya perlu dkaji terlebih dahulu,"ujar Anggota Dewan Energi Nasional RI, Dr. Herman Dernel Ibrahim dlm acara Round Table Discussion selasa, 19 April 2011, d Balai Sidang UI, Depok. Pada acara tsb, penolakan jg dtang dr Mantan Menteri Lingkungan Hidup, A. Sonny Keraf yg mengungkapkan bhw sebaiknya kita hentikan perdebatan ttg PLTN dlm waktu dekat karena teknologi, safety culture dan pemerintah kita belum baik. Teknologi tentu saja msh kurang, budaya Indonesia jg msh kurang dlm hal K3, pemerintahnya jg msh bergantng dg negara lain. Oleh karena itu, untuk saat ini d Indonesia blm cocok dbangun PLTN. Barangkali 2100, baru PLTN boleh dbangun karena pd saat itu teknologi, safety culture, dan pemerintahnya pasti sudah baik.

PLTN memang saat ini, perlu pengkajian dr segala aspek. Dalam pembangunan PLTN, bnyak sekali yg msh dperbaiki. Untuk itu, marilah kita benahi hal2 tsb dimulai dr diri sendiri sambil mengintip peluang untuk mengembangkan energi alternatif lainnya. Yg penting jgn terlalu anti nuklir. Kita pikirkan energi terbarukan untuk pembangunan berkelanjutan apapun itu termasuk PLTN demi bangsa Indonesia. Kita hrs buktikan bhw kita pantas memiliki PLTN d kemudian hari, dan jg bisa memiliki energi2 alternatif lainnya secara mandiri...
Ayooo ayooo :-)

0 comment:

Post a Comment