Transpor molekul atau ion direpresentasikan lewat permeabilitas membran untuk melewatkan ion atau molekul tertentu. Membran sel, yang bertindak sebagai penghalang, memiliki permeabilitas yang cukup rendah sehingga dapat menjaga dari perpindahan ion-ion.
Jika ada perbedaan konsentrasi diantara membran, akan terbentuk redoks potensial sehingga dapat menimbulkan tranpor ion atau molekul tertentu.
Perpindahan molekul atau ion tertentu ini dapat membuat gradien kembali seimbang. Permeabilitas yang rendah menggambarkan sebuah energi yang besar sebagai penghalang yang sulit ditembus.
Energi dari penghalang ini dapat dihitung dengan menggunakan Energi Gibbs yang terlibat pada membran. Untuk mengerti energi yang terlibat dalam perpindahan ion-ion atau molekul antara dua fase solvent, kita harus mempertimbangkan efek-efek sebagai berikut :
- polarisasi litrik dari medium
- produksi dari "cavity" pada medium untuk mengakomodasi ion atau molekul (solfobik, hidrofobik, atau neutral effect)
- perubahan struktur pelarut yang terlibat (dari struktur awal dan memproduksi struktur baru yang mirip dengan ion atau molekul yang akan di Transpor)
- Interaksi spesifik dari ion-ion dengan molekul pelarut, seperti ikatan hidrogen, donor akseptor, dan interaksi ion-dipol.














