Saturday, March 19, 2011

Analogi Organ Otak dengan Organ Perut dalam Kaitannya dengan Cara Belajar

Otak adalah organ untuk berpikir atau berintelegensi. Otak harus digunakan secara maksimal dengan cara diasah setiap hari. Otak dapat dianalogikan seperti perut. Pada saat perut tidak diisi dengan makanan (contoh : Pada saat berpuasa), pada saat berbuka, di saat kita makan perut rasanya cepat sekali kenyang dan rasanya seakan tidak dapat ditambah makanan lagi. Padahal pada saat tidak sedang berpuasa, saat perut diisi makanan secara rutin (pagi, siang, sore, bahkan malam), rasa tidak sekenyang pada saat kita menyantap makanan setelah berbuka puasa. Perut kita seakan dapat menerima makanan tersebut dengan baik.
Mengapa hal itu dapat terjadi?
1. Itu disebabkan pada saat tidak berpuasa perut kita terbiasa diisi makanan secara rutin
2. Kondisi ini menyebabkan perut kita dapat diisi makanan dengan baik
3. Pada saat berpuasa perut kita tidak diisi secara rutin
4. Hal inilah yang menyebabkan perut cepat sekali kenyang pada saat berbuka puasa padahal rasanya kita baru makan sedikit.
Apa hubungannya dengan otak?
Inilah yang akan kita cermati bersama berhubungan dengan cara belajar.
Otak yang diibaratkan sama seperti perut inlah yang akan kita coba bahas;
1. Otak pun perlu makanan, bedaaanya makanan otak adalah ilmu / jiran
2. Pada saat otak terus menerus diisi dengan ilmu secara rutin, maka otak pun akan mampu menerima "santapannya" tersebut dengan baik.
3. Pada saat otak tidak dibiasakan untuk diisi ilmu secara rutin, maka pada saat diisi ilmu, otak pasti tidak akan mampu menerimanya dengan baik.
4. Hal ini yang membuat kita berkata "pusing, susah, dsb"
Oleh karena itu, Jika ingin mendapatkan ilmu khususnya pelajaran, maka belajarlah secara rutin dan kalau bisa sampai anda merasa jenuh dan pusing sehingga otak anda terbiasa menghadapi segala sesuatu yang sulit itu.
Ada perkataan dari Sayyidina Ali ra, Beliau mengatakan bahwa "ikatlah ilmu dengan ilmu, berusaha untuk tenang dan sabar".
Kata-kata ini menurut saya maksudnya ialah kalau kita sedang belajar, sebaiknya berusaha untuk tenang dan sabar. Jangan cepat mengatakan "ah susah. pusing dsb". Ikatlah ilmu dengan ilmu mungkin maksudnya kita harus cerdas untuk mendapatkan ilmu, perlu ilmu kesabaran untuk mendapatkan ilmu..
Kira-kira begitulah.....
Mudah-mudahan saya benar......hhe


Karya ini dibuat berdasarkan imajinasi yang relavan.....
Alhamdulillah karya pertama yang merupakan hasil otak sendiri, tidak dari telaah sumber-sumber bacaan kecuali yang quote dari Sayyidina Ali ra.  
Mudah-mudahan bermanfaat........
Khususnya bagi Pelajar dan Mahasiswa...

0 comment:

Post a Comment